Bahaya Pakai Helm Tanpa Ikat Tali Dagu

Lokasi penumpang ojek online tewas dijambret. Foto: Sahaya Anisa/detikcomLokasi penumpang ojek online tewas dijambret. Foto: Sahaya Anisa/detikcom

Jakarta - Sebuah video kecelakaan yang diduga jawaban penjambretan di Cempaka Putih beredar viral. Penumpang ojek online menjadi korbannya. Perempuan berinisial W (37) meninggal dunia.

Dalam video itu terlihat penumpang ojek online jatuh dari motor diduga sebab dijambret pemotor lainnya. Jika dilihat lebih saksama lagi, helm yang dikenakan penumpang ojek online lepas dari kepalanya. Bisa jadi sebab tali pengikat dagu helm yang tidak terpasang sempurna.



Itulah pentingnya selalu mengenakan helm hingga 'klik'. Maksudnya, setiap pemotor atau penumpangnya yang berkendara di jalan raya harus selalu mengenakan helm dan mengikat tali dagunya.

Kalau cuma mengenakan helm tanpa mengikat tali dagunya, ketika kita jatuh dari motor, helm berpotensi terlepas. Alhasil, fungsi helm yang seharusnya melindungi kepala ketika jatuh jadi tidak maksimal lagi. Benturan kepala dengan benda keras dapat jadi tak terhindarkan. Risikonya lebih parah kalau kepala terbentur benda keras ibarat aspal.

Instruktur Rifat Drive Labs dan penggiat kampanye helm dari RSV, Andry Berlianto, menyampaikan betapa pentingnya mengenakan helm sekaligus mengikat tali dagunya. Ini berlaku untuk pengendara sepeda motor dan penumpangnya.

"Pastikan perangkat keselamatan ibarat helm sudah terpasang dengan benar, ingatkan pembonceng jikalau pemasangannya belum benar, pastikan diikat," kata Andry kepada detikOto.



Menurut Andry, benturan keras yang menghantam kepala, niscaya secara impulsif akan merusak struktur kepala dan berpotensi mematikan. Untuk itu, sangat penting helm selalu dikenakan berikut tali pengikatnya. Kalau tali dagu diikat, potensi helm terlepas dari kepala semakin kecil. Jadi, pemberian helm terhadap kepala menjadi semakin maksimal.

"Jangan menggunakan helm hanya sebab takut petugas/polisi tapi pakailah sebab unsur kebutuhan akan keselamatan. Saling mengingatkan antara pengendara dan pembonceng dalam mengenakan helm. Pastikan helm terpakai sempurna, diikat/diklik dan sesuai dengan ukuran kepala (tidak kekecilan atau tidak kebesaran). Pilih helm yang SNI approved sebagai cuilan sertifikasi dan standar nasional dalam negeri. Helm tidak menjamin keselamatan ketika terjadi benturan tapi mereduksi potensi cedera berlebih pada kepala," terang Andry.


[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kevin De Bruyne, Sederhana Tanpa Kendaraan Beroda Empat Super Mahal

Gara-Gara Ini Fernandinho Tidak Boleh Nyetir Selama 6 Bulan

Kevin De Bruyne, Sederhana Tanpa Kendaraan Beroda Empat Super Mahal