Mobil China Perlu Buktikan Produknya

Pabrik Mobil Wuling di Cikarang. Foto: Dok. Wuling Motors IndonesiaPabrik Mobil Wuling di Cikarang. Foto: Dok. Wuling Motors Indonesia

Jakarta - Indonesia yang merupakan pasar otomotif terbesar ASEAN, menjadi salah satu sasaran penjualan kendaraan beroda empat yang sangat potensial. Saat ini produsen asal Jepang menguasai pasar otomotif Indonesia.

Beberapa waktu lalu, pasar otomotif Indonesia kedatangan pemain gres asal China. Kedatangannya tidak sekadar lewat begitu saja, melainkan produsen asal negeri Tirai Bambu tersebut cukup serius untuk bersaing di pasar otomotif Tanah Air.



Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiharto, juga mengungkapkan Indonesia menyambut baik semua merek yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

"Untuk mobil China, kami menyambut baik semua merek yang masuk ke Indonesia, apalagi yang berinvestasi dan memproduksi kendaraan bermotor di Indonesia," ungkap Jongkie, ketika dihubungi detikoto, Senin (2/7/2018).

Salah satunya yaitu Wuling yang gres beberapa bulan di Indonesia sudah mendapat respons nyata dari masyarakat Indonesia dengan penjualannya yang cukup baik. Sebelumnya juga sudah ada kendaraan beroda empat China dari merek ibarat Geely, Cherry, FAW, Foton. Namun kehadiran kendaraan beroda empat China di dalam negeri ketika itu tak banyak dilirik masyarakat, alasannya yaitu ketertarikan konsumen lebih kepada merek Jepang, sehingga investasinya tidak terlalu besar.

Saat ini, Wuling telah berinvestasi untuk pengembangan industri otomotifnya. Wuling percaya diri alasannya yaitu kesuksesannya mengambil hati masyarakat Indonesia baru-baru ini. Selain Wuling merek lain ibarat Sokon juga berinvestasi yang cukup besar.



"Wuling sudah lakukan investasi senilai 700 juta US$, Sokon juga sudah investasi tidak mengecewakan besar. Mereka serius masuk pasar Indonesia yang sangat potensial," kata Jongkie.

Namun, berdasarkan Jongkie, untuk menggeser pasar kendaraan beroda empat asal negara lain, khususnya Jepang yang ketika ini menguasai 98 persen pasar Indonesia, kendaraan beroda empat asal China tersebut harus menunjukan produknya baka dan baik di Indonesia.

"Mobil China perlu waktu untuk menunjukan bahwa produknya baik, tahan lama, aftersales terjamin, biaya operasinya rendah, dan harga jual kembalinya juga baik," papar Jongkie.

Sumber detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kevin De Bruyne, Sederhana Tanpa Kendaraan Beroda Empat Super Mahal

Gara-Gara Ini Fernandinho Tidak Boleh Nyetir Selama 6 Bulan

Kevin De Bruyne, Sederhana Tanpa Kendaraan Beroda Empat Super Mahal